top of page

Ditangan Siapa Masa Depan Bangsa?

Oleh Titi Rochmani

Indonesia merupakan negara demokrasi. Dimana warga negaranya bebas mengemukakan pendapat dan bersuara. Dalam pemilihan kepala negaran dan pemimpin daerah pun juga melalui pemilihan umum dimana semua warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun dan sudah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada. Sejak 2004 pemilihan umum ini diselenggarakan, dimana warga negara Indonesia berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara di daerahnya masing-masing.

​

Masa depan bangsa dan mau dibawa kearah mana bangsa selama lima tahun atau periode kedepan tergantung siapa pemimpin yang terpilih dari hasil pemilu tersebut. Namun hingga saat ini masih banyak sekali warga negara atau masyarakat di Indonesia ini yang menyepelekan atau mengabaikan adanya pemilu. Dengan melihat banyak mahasiswa yang kuliah diluar kota dan masyarakat yang sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing tentu hal tersebut masih menjadi problematika di Indonesia ini. Padahal hanya lima menit melakukan pemilihan umum ini untuk mencobolos atau mencontreng kertas suara.

​

Masa depan bangsa Indonesia ini sebenarnya bisa dimulai dari pribadi masyarakat Indonesia masing-masing. Apabila banyak masyarakat banyak yang menyalahkan pemimpin daerah atau kepala negara itu sebenarnya harus mengkoreksi juga apakah anda memilih dan mau menyampaikan suara ke TPS? Hal yang semacam ini sangat disayangkan masyarakat tidak mau menilai seperti apa calon-calon pemimpin yang akan menjadi pemimpin nantinya. Sehingga perlu diketahui dan ditekankan masyarakat Indonesia dan Warga Negara Indonesia harus mempunyai kemauan untuk memilih dan anti golput karena masa depan bangsa ditangan rakyat bukan hanya ditangan para pendiri partai politik saja dan orang-orang tertentu saja.

Copyright @2018 bit.ly/tentangwanitaid

bottom of page