
Tentang Wanita
Mulut Netizen Membunuh Mental
Oleh Reny Mardikasari

Sosial media saat ini menjadi hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan seluruh manusia dari semua generasi, mulai dari anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua. Pengguna sosial media terus meningkat dari tahun ke tahun. Mereka telah merasakan betapa praktisnya berada di dunia itu dan akan sulit untuk melepaskannya. Rasanya, seluruh kebutuhan kita dapat terpenuhi dengan adanya sosial media. Selain dapat mencari sesuatu yang kita butuhkan, sosial media juga dapat menjadi media penampung pendapat bebas dari semua orang.
​
Sosial media juga menjadi ajang bagi beberapa masyarakat untuk mencari popularitas, hal ini bagi sebagian masyarakat cukup berhasil. Namun sosial media kini justru menjadi ancaman bagi beberapa mereka yang ingin terkenal melalui apa yang mereka lakukan, ditunjang dengan beberapa aplikasi seperti tiktok, musically maupun bigo. Masyarakat menjadi candu dalam menggunakan sosial media, mereka mengunggah apa yang mereka anggap bagus dan menjadi kepuasan tersendiri.
​
Namun sayang, harapan ini tidak diterima bagi sebagian netizen (panggilan masyarakat di sosial media). Mereka dengan berani menyerukan ide-idenya setiap saat, bahkan untuk ide-ide dan pikiran negatif mereka. Fasilitas komentar dari instagram khususnya, menjadi senjata pembunuh bagi mereka yang mengunggah video yang tidak sesuai dengan hati netizen.
​
Di dunia maya, bukan tidak mungkin wajah sang korban juga akan terekspos. Hal tersebut akan semakin membuat korban terbebani mental dan pikiran. Selain ia dikenal di dunia maya, ia juga akan dikenal di dunia nyata karena wajahnya yang telah diekspos oleh sang pembully yang kemudian disebarluaskan oleh pelaku-pelaku atau pengikut lainnya. Kemungkinan besar, selain dibully di dunia maya, korban juga akan dibully di dunia nyata.
​
Contoh kasus yang sedang terjadi saat ini pemilik akun instagram @bowo_alpenliebe akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan, karena sering mengunggah video tiktok dan juga baru saja melakukan meet and greet dengan beberapa fans nya dan dipungut biaya. Hal ini langsung menarik perhatian para netizen. Kata-kata buruk sangat mudah dilontarkan melalui kolom yang tanpa mereka pikir apa yang akan yang terjadi kedepannya.
​
Tanpa netizen pahami, komentar yang mereka berikan justru berdampak terhadap psikologi korban. Secara perlahan, cyber bullying ini membunuh para korban secara pelan-pelan. Semestinya netizen yang mampu menggunakan kemajuan teknologi melalui smartphone mestinya juga harus mampu menjadi pengguna smart. Pemerintah mestinya memberikan pemahaman terhadap undang-undang ITE yang telah dikeluarkan agar masyarakat bisa memahami bagaimana semestinya menggunakan sosial media dengan bijak.
​
Tak hanya itu, pendidikan karakter semestinya juga harus terus diterapkan sampai usia yang tak terbatas, karena perilaku buruk dapat terjadi kepada siapapun. Agar tidak saling menyakiti antar sesama meskipun tidak saling bertemu