
Tentang Wanita
TINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU HONORER, SDN JATISARI BUDIDAYAKAN JAMUR TIRAM

Gunung Kidul - Rendahnya kesejahteraan guru tidak tetap atau honorer masih menjadi masalah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di bidang pendidikan. Hingga saat ini, guru honorer hanya mendapatkan gaji sebesar 15 hingga 20 persen dari dana boss yang diberikan pemerintah. Prihatin akan hal itu, sebuah sekolah dasar negeri di gunung kidul membudidayakan jamur tiram di lingkungan sekolah. Budidaya jamur tiram ini berawal dari ide sang kepala sekolah yang ingin menambah kesejahteraan guru honorer dengan memanfaatkan peluang yang ada.
​
“Awalnya melihat ada ruang kosong yang cocok untuk dipakai budidaya jamur tiram, yasudah akhirnya saya mencoba memulai dan hingga sekarang terus berkembang. Hasilnya bisa untuk menambah pendapatan guru honorer dan pegawai tidak tetap disini.” ujar Kepala Sekolah SDN Jatisari.
Hanya dengan memanfaatkan tempat yang tidak terlalu luas, Kepala Sekolah SDN Jatisari mencoba untuk membudidayakan jamur tiram ini. Hasil dari panen jamur nantinya akan digunakan sebagai tambahan bagi para guru honorer di sekolah dasar tersebut.
​
Ide budidaya jamur tiram ini mulai dikembangkan sejak Agustus tahun lalu. Dikelola bersama-sama oleh para guru honorer, dan seorang penjaga sekolah, jamur tiram yang awalnya hanya sebanyak seratus baglog kini sudah menjadi delapan ratus baglog.
Dari total sembilan guru yang ada di sdn jatisari, tercatat ada sebanyak enam guru honorer dan satu pegawai tidak tetap, Dalam sekali panen, jamur tiram dihargai sebesar lima belas ribu perkilonya. Guru honorer di sdn jatisari ini merasa terbantu dengan adanya budidaya jamur tiram ini.
Pihak sekolah sdn jatisari berharap, pemerintah dan instansi terkait ikut membantu untuk mengembangkan budidaya jamur tiram ini agar dapat meningkatkan hasil untuk kesejahteraan guru honorer dan pegawai tidak tetap.
​
​
Reporter Fatimah Rahmawati