
Tentang Wanita
Kehilangan Tangan, Jadikan Ney Pelukis
Henna Difabel

Sleman – Menjadi difabel bukanlah alasan untuk menyerah dan berhenti berkarya, sosok perempuan asal Yogyakarta bernama Nun Nani Rachman Putri atau kerap disapa Ney. Perempuan berusia 29 tahun itu telah kehilangan fungsi tangan kanannya setelah menjadi korban tabrak lari sekitar enam tahun lalu. Masih teringat jelas dalam ingatan Ney kejadian 2 Juni 2012 itu.
​
Karena sudah terbiasa selama 23 tahun memiliki fisik yang ‘sempurna’ tanpa cacat, kini ia mendapat vonis dan harus menerima kenyataan bahwa ia seumur hidup akan ‘berbeda’ secara fisik. Beruntung Ney berada di lingkungan yang tetap mendukungnya. Hingga di bulan Juni tahun 2013, Ney mencoba bangkit dengan hanya mengandalkan satu tangan, yakni tangan kirinya untuk beraktivitas sehari-hari. Ia mulai membiasakan menggunakan tangan kiri untuk melakukan banyak hal seperti saat ia bisa menggunakan kedua tangannya.
​
Hingga akhirnya, kerabat Ney yang juga seorang perias pengantin memperhatikan lukisan-lukisan yang ia hasilkan. Karya-karyanya ternyata memiliki pola kurang lebih sama dengan pola-pola henna (doodle pattern). Kemudian, Ney baru mulai benar-benar belajar seni mehndi (ukir dengan menggunakan pasta henna), sekitar bulan Juni 2014.
​
Bermula dari situ, Ney belajar menjadi proffesional henna artist. Di akun media sosialnya seperti facebook, twitter, instagram, Ney bahkan sudah tidak sungkan atau malu mencantumkan kalimat ‘young difabel woman’ pada profilnya. Ia ingin berbagi semangat dan memberikan pencerahan bahwa seseorang yang difabel pun masih memiliki kesempatan dan bisa mendapat apresiasi yang tinggi untuk karya-karya yang dihasilkan
Reporter : Reny Mardikasari