
Tentang Wanita
DINDA, PERAIH EMAS PERTAMA ASEAN PARAGAMES UNTUK INDONESIA

Dokumentasi Pribadi Dinda
Yogyakarta - Juara, kata yang pantas diucapkan untuk indonesia. Asean para games 2017 menjadi bukti bahwa indonesia dapat meraih prestasi yang membanggakan. Dibalik semua itu ada sosok gadis yang memecahkan rekor asean.
​
Laura Aurelia Dinda. Peraih emas pertama cabang renang, nomor seratus meter gaya bebas di kelas s- enam, dan nomor gaya bebas putri lima puluh meter kategori s-lima. Hingga kini Dinda tidak menyangka, bisa mengalahkan paralimpian Theresia, dari Singapura, yang merupakan lawan terberatnya.
Penyumbang dua emas untuk Indonesia ini, dulunya adalah atlet normal. Namun, sesaat setelah mengikuti pop-da bogor 2015, ia terjatuh. Gadis berambut panjang kini, hanya bisa berenang dengan kayuhan kudua tangannya saja.
​
Menurut Lulus Hardiyanti, Dokter Instalasi Rehabilitasi Medik. Dinda mengalami paraperase. Dimana kakinya lemah untuk menopang tubuhnya, sehingga saat tengkurap atau berenang tidak berfungsi.Setelah menjadi orang berkebutuhan khusus, Dinda sempat tidak mau menerima keadaan. Namun Wayan, orangtua Dinda memberikan dorongan dan motivasi. Meskipun tidak mematok anaknya harus berprestasi.
​
Kondisi Dinda saat ini membuktikan, bahwa ketidaksempurnaan tidak selamanya lemah. Dan ikhlas menerima keadaan adalah kunci keberhasilan. Terbukti, berkat mahasiswa Universitas Gajah Mada ini, sangsaka merah putih berkibar di National Aquatic Center, Malaysia.
​
Capaiannya juga menjadi cambuk penyemangat. Untuk bisa membawa nama indonesia menjadi juara umum di Asian Paragames 2018 dan diajang lainnya.
​
Reporter Fatimah Rahmawati