
Tentang Wanita
Nadhia Shafiana Sang Penulis Cilik

Bantul-Di tengah terpaan era digital yang membuat sebagian besar anak Indonesia kecanduan gadget terdapat sosok Nadhia Shafiana. Jika dilihat ia seperti anak belasan tahun pada umumnya, namun ternyata anak yang tinggal di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta ini adalah seorang peulis cilik. Walaupun usianya masih menginjak tiga belas tahun namun sudah puluhan karya sastra dari cerita pendek, novel anak-anak sudah ditulisnya sejak ia kecil.
Saat ini ,Nadhia sudah menghasilkan 27 judul buku yang ia tulis sendiri. Salah satu buku favorit buatannya berjudul Si Hati Putih. Buku Si Hati Putih oleh penerbit juga di terjemahkan ke dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dari buku Si Hati Putih , nama Nadhia menjadi terkenal di kalangan penulis cilik dunia.
​
“Aku nulis itu udah dari TK soalnya asik aja , nyalurin hoby, terus bisa jadi tempat curhat juga , misalnya lagi mikirin suatu hal terus nanti tinggal di jadiin cerita, jadinya buatku nulis itu nggak pernah bosenin sih selalu ada hal-hal yang bisa diceritain soalnya, hehehe.....”
​
Bakat menulis sang penulis cilik muncul saat orangtuanya sering membacakan dongeng sebelum tidur. Ia kemudian berkeinginan untuk menulis cerita-cerita yang muncul di imajinasi seorang anak. Kegemarannya menulis cerita membuat dirinya hoby untuk mengoleksi buku. Hal tersebut tentunya mendapat dukungan juga dari kedua orangtuanya. Jika mampir kerumah Nadhia, jangan salah, sudah ratusan buku koleksi miliknya yang berjejer di rak bukunya.
​
Saat ini Nadhia memiliki perpustakaan kecil dirumahnya. Ia ingin berbagi dan menularkan kebiasaan membaca dan menulis dengan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan perpustakaan yang Nadhia miliki, anak-anak disekitarnya dapat mendapatkan buku yang sesuai untuk dibaca dan mendapatkan akses bacaan yang berkualitas.
​
Banyak prestasi yang sudah diraih oleh Nadhia Shafiana sang penulis cilik. Baginya usia yang masih terbilang anak-anak bukan menjadi halangan untuk ia berkarya. Nadhia dapat membuktikan bahwa ia telah berhasil menjadi penulis termuda asal Indonesiayang menjadi peserta sekaligus pembicara pada acara Frankfurt Book Fair di Jerman.
​
Reporter : Miftah Aulia Anggraini