top of page

SECERCAH HARAPAN PANTI ASUHAN BINA SIWI

Keterbatasan bagi sebagian orang menjadi penghambat seseorang untuk melakukan sesuatu bahkan untuk berkarya namun tidak bagi Panti Asuhan Bina Siwi yang berada di Komplek Balai Desa Sendagsari Pajangan  Bantul Yogyakarta yang berdiri sejak tahun 1993, berawal dari keterbatasan yang dihadapi dari kondisi ekonomii di panti BIna Siwi ini lalu membuat pengasuh serta pengurus Panti Bina Siwi membekali ana anak dengan keterampilan selain untuk berlangsungnya Panti Asuhan ini namun juga sebagai keteampilan untuk masa depan.

​

Panti yang ditinggali oleh 38 penyandang disabilitas ini rata rata menderita seperti down syndrome tuna rungu epilepsy hingga gangguan kejiwaan, produk yang dihasilkan dari panti asuhan ini mempunyai produk yang memiliki nilai guna  tinggi seperti sandal hotel, tas, vas bunga, hingga kain batik, semuanya dikerjakan serta diproduksi di tempat ini. Menjadi salah satu pengasuhi dari Panti Asuhan Bina Siwi, Muslimah beranggapan bahwa terdapat kesulitan dalam mengasuh anak dalam panti asuhan ini, muslimah mengatakan “kalau untuk kesulitan pasti ada karena dalam mengasuh anak kebutuhan khusus kan harus ada kemampuan tersendrii apalagi ketika mereka llagi gak mood itu kan macem macem ya mbak jadinya kita harus sabra harus dengan keiklasan dalam mengasuh anak” 

​

Banyak dari kita memang masih memandang orang disabilitas dengan sebelah mata tentang keterbatasan yang dimiliki karena untuk mengembangkan bakat pun sudah sulit dicapai namun dari semangat para pengasuh dan pengurus panti asuhan ini membuat kerajinan yang dibuat dalam panti asuhan ini berkembang dan banyak yang memanfaatkan produk dari sini mulai dari bekerjasama dengan pihak hotel sampai pihak ketiga yang sebagai distributor dari produk mereka.

​

Reporter Naufal Hanif

Copyright @2018 bit.ly/tentangwanitaid

bottom of page