top of page

Wanita Pencari Popularitas Minim Integritas

Oleh Naufal Hanif Putra

Perkembangan teknologi mendorong manusia untuk berkembang, segala sesuatunya bisa dengan mudah didapatkan mulai dari bertambahnya seorang teman bertemanya dengan orang yang memiliki kesukaan yang sama serta untuk membuat seseorang menjadi mempunyai banyak “relasi” yang kemudian semata mata untuk mencari sebuah popularitas dengan berbagai cara dengan mudah dan membuat seseorang mudah dikenal. Mendapatkan popularitas yang tinggi dalam ruang lingkupnya tentunya dapat dicapai dengan apa yang dilakukan baik secara prestasi, kemampuan dasar maupun segala sesuatu yang dimilikinya yang mendukung seseorang untuk dikenal orang lain.

​

Di era saat ini seiring dengan kemajuan yang terjadi pencarian sebuah eksistensi sering dilakukan untuk menunjukan siapa dirinya melalui berbagai cara yang dipilihnya untuk dikenal orang lain, untuk jaman sekarang ini popularitas begitu mudah dilakukan seiring dengan mudahnya kita mengetahui apa saja yang dilakukan seorang individu baik secara positif maupun negative. Namun dalam kehidupan sehari hari di era saat ini banyak sekali ditemukan wanita-wanita yang mencari popularitas dengan cara yang negative dengan mulai merebaknya aplikasi aplikasi yang berkaitan dengan apa dan bagaimana aktivitas seseorang yang sedang dilakukan bisa disaksikan oleh orang lain yang dikemas semenarik mungkin yang terkadang menunjukan liuk liuk tubuh untuk menarik perhatian para pria ketika melihatnya yang dapat didapatkan deengan mudah melalui aplikasi bigo maupun tik tik yang pernah diblokir oleh pemeriintah.

​

Keduanya diblokir karena konten negative yang ada di dalamnya namun bedanya jika bigo lebih banyak dikonsumsi untuk orang yang dewasa sedangkan tik tok untuk anak anak namun juga mengundang unsur negative didalamnya. Dalam hal ini jika kita amati pemblokiran ini semata mata bukan karena kelalaian pemerintah yang sampai kecolongan terhadap aplikasi ini masuk ke Indonesia namun kita juga tidak bisa menyalahkan pembuat aplikasinya juga  karena erat kaitanya degan bisnis dimana dia akan membuat sebah aplikasi yang menguntungkan untuk bisnisnya namun dalam hal ini juga terdapat pihak yang menikmatinya dan bahkan menunggu kemunculanya dalam beranda ponselnya.

​

Jika dilihat dari mengapa konten negative disematkan dalam aplikasi tersebut tentunya tidak jauh dari apa yang dilakukan oleh para penggiat hiburan ini yaitu bermula dari tindakan yang dilakukan sebagian wanita yang berada dalam ruang llingkup ini yang melakukanya untuk menghibur namun dinilai merugikan bangsa yang sebenarnya merekapun sadar dengan apa yang dilakukanya dapat menurunkan harkat martabat wanita Indonesia.

Copyright @2018 bit.ly/tentangwanitaid

bottom of page